A. Pengertian
Manusia tidak dapat hidup sendiri karena itu memahami nilai-nilai kelompok,
masyarakat, negara dan pribadi sendiri sangatlah penting. Nilai-nilai atau
peraturan dalam kelompok/masyarakat berlaku dan disepakati bersama sejak
manusia hidup, sehingga kita sering mendengar kata “Baik – Tidak baik”,
Boleh – Tidak boleh”, Sopan – Tidak sopan”, “Penting – Tidak penting”, “ Tahu
aturan – Tidak tahu aturan” dan lain-lainnya.
Jadi, pengertian nilai kehidupan adalah nilai-nilai yang sangat
mempengaruhi tindakan seseorang.
(sumber : http://dedyfahroni.blogspot.co.id/2013/01/nilai-nilai-kehidupan.html )
B. Kategori & Aspek Nilai
Nilai nilai kehidupan dalam masyarakat akan terus berkembang. Ada tiga katagori nilai yang harus ditunjukan dalam mengadopsi nilai,seperti :
Nilai nilai kehidupan dalam masyarakat akan terus berkembang. Ada tiga katagori nilai yang harus ditunjukan dalam mengadopsi nilai,seperti :
- memilih
- menghargai
- bertindak.
(sumber : https://djayadibk.wordpress.com/2011/01/31/katagori-dan-aspek-nilai/ )
C. Contoh Nilai Kehidupan
Contoh-contoh nilai kehidupan yang ada di masyarakat adalah :
1. Nilai kekuasaan, seperti persepsi (pandangan) atas
keinginan untuk menundukkan atau mempengaruhi orang lain.
2. Nilai Cinta atau kasih sayang, seperti ikatan
batin, saling menghargai, saling setia, saling menghormati, saling tolong,
memikirkan kepentingan dan kebaikan orang lain.
3. Nilai keindahan, seperti kemampuan untuk
menghargai dan menikmati hal-hal yang indah, serasi dan bagus.
4. Nilai keadaan fisik, seperti persepsi atas keadaan
tubuh yang dianggap ideal atau serasi.
5. Nilai kesehatan, seperti keinginan memiliki
keadaan tubuh yang jauh dari sakit.
6. Nilai keterampilan, seperti keinginan memiliki
kemampuan untuk melakukan berbagai hal denan cepat.
7. Nilai rasa sejahtera dan aman, seperti memiliki
keinginan untuk bebas dari tekanan, kecemasan dan konflik-konflik batin.
8. Nilai pengetahuan, seperti tuntutan diri atas
informasi, hal-hal yang dapat memuaskan rasa ingin tahu atau kemampuan memiliki
kemampuan untuk mengetahui sesuatu yang diinginkan.
9. Nilai moral, seperti keinginan memiliki pemikiran,
keyakinan dan tindakan yang sesuai dengan norma-norma masyarakat.
10. Nilai keagamaan/kepercayaan
11. Nilai keadilan, seperti keinginan memiliki sikap
adil, tidak memihak atau membeda-bedakan manusia serta mampu memperlakukan
orang lain secara adil.
12. Nilai altruisme, yaitu memiliki kemauan dan
kemampuan untuk memperhatikan kebutuhan, kepentingan dan kebahagiaan orang
lain.
13. Nilai pengakuan/penghargaan, seperti keinginan
mengakui bahwa dirinya adalah penting dan layak dihargai oleh orang lain.
14. Nilai kesenangan, seperti keinginan merasakan kegembiraan.
15. Nilai kebijaksanaan, seperti memiliki kemauan dan
pengetahuan dalam mengambil keputusan yang tepat.
16. Nilai kejujuran, seperti memiliki keluhuran hati,
ketulusan hati, kesungguhan hati dan keterusterangan.
17. Nilai prestasi, seperti penghargaan atas hasil
yang baik dari usaha yang keras.
18. Nilai kemandirian, seperti kemampuan untuk berdiri
sendiri dan tidak dikuasai oleh orang lain.
19. Nilai kekayaan, seperti keinginan memiliki harta
atau uang banyak.
20. Nialai kesetiaan, seperti keinginan memiliki
keteguhan hati dalam persahabatan.
21. Nilai tanggung jawab.
22. Nilai kedewasaan
23. Nilai kedisiplinan.
24. Nilai kerendahan hati.
25. Nilai keberanian.
26. Nilai toleransi.
27. Nilai kebhinekaan.
28. Nilai cinta tanah air dan bangsa.
29. Nilai keteladanan.
30. Nilai kedermawanan.
(sumber : http://dedyfahroni.blogspot.co.id/2013/01/nilai-nilai-kehidupan.html )
D. Penerapan Nilai Kehidupan Dikalangan Remaja
Seiring dengan perkembangan zaman, kehidupan remaja
saat ini berbeda dengan remaja pada masa lalu. Pada saat ini remaja banyak
dipengaruhi oleh perkembangan zaman dan iptek, sehingga terdapat perbedaan
dalam perilaku yang timbul dari remaja tersebut. Contohnya seperti remaja yang terbiasa
berkumpul dengan teman-temannya, kini cenderung untuk lebih bersifat individual
dan sibuk dengan kehidupannya sendiri dengan handphone ataupun alat tekhnologi
lainnya.
Faktor yang mempengaruhi terhadap nilai dan moral
remaja adalah faktor lingkungan yang mencakup aspek psikologis, sosial, budaya,
dan fisik kebendaan, baik yang terjadi di keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Selain itu juga kondisi psikologis, pola interaksi, pola kehidupan beragama,
berbagai sarana rekreasi yang tersedia didalam lingkungannya akan berpengaruh
juga terhadap perkembangan nilai dan norma tersebut.
Remaja yang tumbuh dan berkembang pada lingkungan
keluarga, sekolah dan masyarakat yang kondusif yang penuh rasa aman secara
psikologis, pola ineraksi yang demokratis, penuh kasih sayang dan religius
dapat diharapkan berkembang menjadi remaja yang berbudi luhur, moralitas
tinggi, serta sikap dan perilaku yang terpuji.
Sedangkan apabila seorang remaja tumbuh dalam kondisi
lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat yang tidak kondusif seperti
kondisi psokologis yang penuh dengan koflik, pola interaksi yang tidak jelas,
pola asuh yang tidak berimbang, dan kurang religius maka dikhawatirkan akan membentuk
remaja yang tidak memliki nilai-nilai luhur, moralitas tinggi, dan sikap
terpuji.
(sumber : http://emarakhmawati.blogspot.co.id/2013/05/penurunan-nilai-moral-pada-remaja.html )
